Mengungkap Taured, Misteri Pendatang dari 'Planet' Lain - Insiden ini terjadi 60 tahun yang lalu di Jepang. Cerita ini bersal dari sebuah buku terbitan taun 1950an di Jepang. Ini mungkin merupakan bukti tentang adanya kemungkinan kita bisa 'nyangkut' di sebuah universe diantara banyak parallel universe yang ada
Japan Airlines - Haneda (Tokyo International) Airport, 1954
Hari itu berjalan normal, kegiatan di bandara Haneda juga berjalan biasa aja, tapi semua berubah jadi membingungkan dengan datangnya seorang penumpang dari Eropa yang menunjukkan passportnya pada petugas arrival. Di travel documentnya menunjukkan kalo dia berasal dari sebuah negara yang sama sekali belum pernah didengar siapapun, para petugas yang kebingungan memanggil petugas senior untuk memastikan keasliannya, hasilnya, passport itu memang asli, 100% passport beneran, bedanya cuma 1, dia berasal dari negara bernama Taured. Para petugas curiga & mengintrogasi pria, pria itu fisiknya Eropa banget, bule-bule kaukasian gitu. Dia bilang negaranya terletak di Eropa, ini diperkuat dengan cap-cap lain di passportnya yang menunjukkan kalo dia udah pernah ke berbagai negara di Eropa sebelumnya.
Haneda Airport waiting area 1950s
Interogasi yang berjalan lama membuat pria ini sangat marah,dia bilang kalo dia ke Jepang untuk berbisnis & perjalanan itu adalah perjalanan ketiga kalinya dia ke Jepang dalam 1 tahun. Dia bilang juga kalo dia udah bolak-balik ke Jepang selama 5 tahun karena dai bekerja di sebuah perusahaan internasional yang ada di jepang.Hal ini diperkuat dengan berbagai cap visa di passportnya, tapi tetep aja mau dicari dimanapun negara bernama Taured itu ga ada. Begitu perusahaan tempat dia 'bekerja' di kontak, perusahaan itu bilang kalo mereka ga tau siapa pria itu.Untuk meyakinkan para petugas kalo negaranya bener-bener ada, dia nunjukin SIM Taurednya, dia juga punya international driving license,dia nunjukin kartu banknya, yang tentu aja berasal dari sebuah bank ga dikenal, bahkan dia nunjukin bukti reservasi sebuah hotel di Jepang yang udah di pesen, tapi hotel itu bilang kalo mereka ga pernah tau reservasi itu.
Pokoknya dokumen milik pria itu asli semua, cuman semuanya berasal dari Taured. Intinya dia terdampar ke dunia kita dari sebuah universe lain. Dia berada di bandara yang tepat tapi di dunia yang ga dia kenal. Pria ini dapat bicara beberapa bahasa asing termasuk bahasa Jepang. Dia bilang bahasa di negaranya adalah bahasa Prancis, dia meminta sebuah peta dunia untuk menunjukkan letak negaranya, tapi dia kaget soalnya negaranya ga ada di peta itu. Dia bilang Taured harusnya terletak di lokasi kerajaan Andorra (kerajaan yang terletak diantara Spanyol & Prancis). Dia bilang Andorra itu ga ada & negaranya telah ada di lokasi itu selama 1000 tahun.
.
Setelah interogasi selama 8 jam, para petugas bandara yang kebingungan memutuskan untuk menampungnya di sebuah hotel dekat bandara sebelum memutuskan tindakan selanjutnya. Di hotel, 2 petugas imigrasi bilang supaya pria itu tidak meninggalkan kamarnya. Setelah makan pria itu beristirahat di kamarnya. Petugas imigrasi kemudian berjaga di depan kamarnya semalaman, mereka mengaku tidak mendengar suara apapun dari dalam kamar di sisa malam itu. Paginya, petugas imigrasi menemukan kamar pria Eropa itu kosong, dia menghilang. Satu-satunya pintu keluar adalah pintu kamarnya & jendela kamarnya berada di ketinggian & di bawahnya hanyalah jalanan yang ramai.
Para petugas imigrasi, security & dibantu oleh polisi Tokyo berusaha mencari pria ini, tapi mereka tidak pernah menemukan pria ini. Pria dari sebuah negara yang tidak pernah ada itu menghilang selamanya. Apakah dia udah berhasil balik ke dunianya??
Japan Airlines - Haneda (Tokyo International) Airport, 1954
Hari itu berjalan normal, kegiatan di bandara Haneda juga berjalan biasa aja, tapi semua berubah jadi membingungkan dengan datangnya seorang penumpang dari Eropa yang menunjukkan passportnya pada petugas arrival. Di travel documentnya menunjukkan kalo dia berasal dari sebuah negara yang sama sekali belum pernah didengar siapapun, para petugas yang kebingungan memanggil petugas senior untuk memastikan keasliannya, hasilnya, passport itu memang asli, 100% passport beneran, bedanya cuma 1, dia berasal dari negara bernama Taured. Para petugas curiga & mengintrogasi pria, pria itu fisiknya Eropa banget, bule-bule kaukasian gitu. Dia bilang negaranya terletak di Eropa, ini diperkuat dengan cap-cap lain di passportnya yang menunjukkan kalo dia udah pernah ke berbagai negara di Eropa sebelumnya.
Haneda Airport waiting area 1950s
Interogasi yang berjalan lama membuat pria ini sangat marah,dia bilang kalo dia ke Jepang untuk berbisnis & perjalanan itu adalah perjalanan ketiga kalinya dia ke Jepang dalam 1 tahun. Dia bilang juga kalo dia udah bolak-balik ke Jepang selama 5 tahun karena dai bekerja di sebuah perusahaan internasional yang ada di jepang.Hal ini diperkuat dengan berbagai cap visa di passportnya, tapi tetep aja mau dicari dimanapun negara bernama Taured itu ga ada. Begitu perusahaan tempat dia 'bekerja' di kontak, perusahaan itu bilang kalo mereka ga tau siapa pria itu.Untuk meyakinkan para petugas kalo negaranya bener-bener ada, dia nunjukin SIM Taurednya, dia juga punya international driving license,dia nunjukin kartu banknya, yang tentu aja berasal dari sebuah bank ga dikenal, bahkan dia nunjukin bukti reservasi sebuah hotel di Jepang yang udah di pesen, tapi hotel itu bilang kalo mereka ga pernah tau reservasi itu.
Pokoknya dokumen milik pria itu asli semua, cuman semuanya berasal dari Taured. Intinya dia terdampar ke dunia kita dari sebuah universe lain. Dia berada di bandara yang tepat tapi di dunia yang ga dia kenal. Pria ini dapat bicara beberapa bahasa asing termasuk bahasa Jepang. Dia bilang bahasa di negaranya adalah bahasa Prancis, dia meminta sebuah peta dunia untuk menunjukkan letak negaranya, tapi dia kaget soalnya negaranya ga ada di peta itu. Dia bilang Taured harusnya terletak di lokasi kerajaan Andorra (kerajaan yang terletak diantara Spanyol & Prancis). Dia bilang Andorra itu ga ada & negaranya telah ada di lokasi itu selama 1000 tahun.
.
Setelah interogasi selama 8 jam, para petugas bandara yang kebingungan memutuskan untuk menampungnya di sebuah hotel dekat bandara sebelum memutuskan tindakan selanjutnya. Di hotel, 2 petugas imigrasi bilang supaya pria itu tidak meninggalkan kamarnya. Setelah makan pria itu beristirahat di kamarnya. Petugas imigrasi kemudian berjaga di depan kamarnya semalaman, mereka mengaku tidak mendengar suara apapun dari dalam kamar di sisa malam itu. Paginya, petugas imigrasi menemukan kamar pria Eropa itu kosong, dia menghilang. Satu-satunya pintu keluar adalah pintu kamarnya & jendela kamarnya berada di ketinggian & di bawahnya hanyalah jalanan yang ramai.
Para petugas imigrasi, security & dibantu oleh polisi Tokyo berusaha mencari pria ini, tapi mereka tidak pernah menemukan pria ini. Pria dari sebuah negara yang tidak pernah ada itu menghilang selamanya. Apakah dia udah berhasil balik ke dunianya??
Semoga Bermanfaat
Muhammad Iqbal M
Posted by
Unknown






Siapa kira, ternyata pemilik nama Urip Ariyanto itu pernah mati suri ketika masih tinggal di Mojokerto. Pria yang menuai sukses berkat lagu Tak Gendong itu pernah mengalami kejadian aneh. Saat masih berada di kampung halaman, kakek berambut gimbal itu pernah mati suri. Bahkan, Mbah Surip sempat dikubur. Entah bagaimana, Mbah Surip akhirnya hidup kembali dan bangkit dari kubur. Pascamati suri, perilaku pria kelahiran Mojokerto, 5 Mei 1949, itu berubah aneh. Dia kehilangan sebagian ingatan. Akhirnya, Mbah Surip merantau ke Jakarta dan meninggalkan anak istrinya di kampung.
Ahool adalah monster terbang yang berbentuk seperti kelelawar raksasa, beberapa sumber menyebutkan seekor Pterodactil yang tinggal di hutan di Pulau Jawa, seperti halnya monster-monster misterius lainnya, belum ada bukti nyata dara para ilmuwan yang bisa membuktikan keberadaan monster ini.
Batutut atau Ujit termasuk salah satu hewan Cryptozoology yang konon mirip Bigfoot, penampakannya disekitar Cagar Alam Vu Quang Vietnam, Laos dan Kalimantan, Indonesia. Pertama kali ditemukan oleh Penjelajah Prancis pada tahun 1947 dan diteliti oleh Dr John MacKinnon pada tahun 1970.
Dingiso (Dendrolagus mbaiso) Dikenal juga sebagai Bondegezou merupakan spesies Kangguru pohon dari endemik sekitar Papua Barat, Indonesia. Penampakan di kawasan Pegunungan Sudirman pada ketinggian 3250-4200 meter di atas permukaan laut. Pertama kali ditemukan pada tahun 1987, oleh Dr Tim Flannery dari Australia. film dokumenter tentang Dingiso pertama kali diputar pada tahun 2009 oleh BBC Pasifik selatan setelah melakukan pencarian selama 11 hari dan dibantu oleh masyarakat sekitar. Penelitian dan Klasifikasi Dingiso ini masih terus dilakukan.
Ebu Gogo adalah makhluk seperti manusia yang muncul pada mitologi penduduk pulau Flores, Indonesia, yang memiliki bentuk yang mirip dengan leprechaun atau peri. "Orang kecil" tersebut dikatakan memiliki tinggi satu meter, ditutupi rambut, periuk-berperut, dan dengan telinga yang menjulur. Mereka berjalan agak kikuk dan sering "berbisik" yang dikatakan sebagai bahasa mereka. Penduduk pulau juga berkata bahwa Ebu Gogo dapat mengulangi apa yang mereka katakan.
Orang Pendek adalah nama yang paling umum diberikan untuk cryptid yang dilaporkan hidup di hutan-hutan pulau Sumatra. Binatang ini telah dilihat dan didokumentasikan selama 100 tahun oleh penghuni hutan, penduduk desa, kolonis Belanda, dan ilmuwan dan pengelana Barat. Konsensus antara saksi adalah binatang itu merupakan primata bergerak yang hidup di tanah dan ditutupi oleh bulu pendek dan memiliki tinggi sekitar 80 cm dan 150 cm.
Orang Bati adalah hewan yang berada di legenda Pulau Seram. Hewan ini memiliki tubuh seperti manusia dan bersayap seperti kelelawar. Diceritakan bahwa ia tinggal di gunung Kairatu dan suka menculik anak kecil untuk disantap.
Orang Gadang merupakan hewan Cryptid berbentuk Primata Raksasa Misterius dari Sumatera. Dikenal juga dengan nama "Great Man" atau "Giant Mias". Beberapa sumber mengatakan Orang Gadang berdiri tegak memiliki ketinggian antara 7,5 sampai 12 kaki atau sekitar 2-4 meter.
Veo adalah hewan Cryptid asal pulau Rinca dan digambarkan oleh Carl Shuker dalam buku The Beasts That Hide from Man: Seeking the World's Last Undiscovered Animals mirip Teringgiling tapi ukurannya sebesar kuda.
Quote: Ikan Coelacanth, Ikan yang disangka sudah punah ternyata ditemukan hidup di perairan Sulawesi. Ikan tersebut bernama Coelacanth yang berasal dari kata-kata Yunani "coelia" (berongga) dan "acanthos" (duri), yang berarti ikan dengan duri berongga. Berdasarkan catatan sejarah, ikan coelacanth hidup pertama kali "ditangkap" kalangan ilmiah pada tanggal 23 Desember 1938, ketika Kapten Hendrick Goosen mendapatkannya dari Laut India, tak jauh dari mulut sungai Chalumna. Oleh Marjorie Courtenay-Latimer – seorang kurator museum di East London, Afrika Selatan – ikan tersebut diserahkannya kepada ahli ikan dari Universitas Rhodes, Prof. J.L.B. Smith.




Kisah Jack the Ripper begitu terkenal karena kasusnya tak terungkap
selama berabad-abad, hingga dibuat novel dan film tentangnya. Kasusnya
terjadi tahun 1868 hingga 1898, saat itu terjadi pembunuhan sejumlah
pelacur di London. Cara membunuhnya sangat sadis, dengan mencekik dan
memotong arteri korban. Beberapa bagian tubuh korban juga diambil
sehingga membuat polisi Scotland Yard kebingungan mencari petunjuk.
Tampaknya kisah Jack the Ripper mengilhami pembunuhan serupa di tahun
1964 dan 1965. Lokasinya juga di London, korbannya pun para pelacur. Ada
6 korban yang dilaporkan ke pihak berwajib, semuanya ditemukan setelah
dibuang ke sungai. Tak ada yang bisa mengungkap kasus ini, sehingga bisa
jadi si pembunuh sudah meninggal membawa misteri.
Olof Palme, Perdana Menteri Swedia tewas ditembak pada 28 February 1986
saat pulang dari bioskop. Kuat dugaan ia dibunuh karena kebijakan
terkait masalah nuklir. Olof berencana menghapus semua perangkat nuklir
di Swedia. Sampai kini belum terungkap siapa dalang dibalik pembunuh
Olof. Lawan politiknyakah atau Dinas Intelejen?
Kejadiannya berawal ketika ditemukan mayat termutilasi di New Orleans.
Korbannya seorang tukang daging dan istrinya yang tinggal di atas toko
kelontong Maggio. Senjata yang dipakai pembunuh, sebilah kapak berlumur
darah ditemukan di salah satu sudut rumah. Beberapa bulan kemudian, seorang pria ditemukan tewas di kolam renang
dengan kondisi yang sama. Anehnya, polisi tak juga bisa mengungkap
identitas sang pembunuh walah telah menghabisi total 8 nyawa.
Di tahun 1857 tubuh seorang anak kecil ditemukan dalam sebuah kotak yang
tergeletak di jalan sebelah timur laut Philadelphia. Yang mengenaskan,
tubuhnya telanjang dan penuh memar. Masyarakat lokal sangat marah atas
kejadian ini. Tapi tak ada yang bisa dilakukan pihak berwajib mencari
sang pembunuh.
Oscar Romero adalah seorang imam Katolik di El Salvador. Selama
pengabdiannya, ia berjuang membela hak asasi manusia saat perang sipil
terjadi di negeri tersebut. Bahkan dengan berani mengkritik pemerintah
AS yang tak kunjung membantu rakyat El Salvador. Akibatnya, Bapa Romero
ini dibunuh dengan pistol dari jarak dekat. Tak ada yang bisa memastikan
siapa pembunuhnya, namun kabar yang berkembang ia dihabisi pasukan
"Dead Squad" El Salvador.
Cerita mayat dimutilasi paling terkenal di negara barat adalah kasus
"Black Dahlia". Korbannya diidentifikasi bernama Elizabeth Short, usia
22 tahun. Ditemukan tanggal 15 Januari 1947, dan kasusnya masih terbuka
sampai sekarang.
Peristiwanya terjadi pada 9 Mei 1993, ketika jasad Marsinah yang
sebelumnya sempat protes ke Kodim Sidoarjo atas penangkapan
rekan-rekannya, ditemukan tergeletak di sebuah gubuk pinggir sawah dekat
hutan jati, Dusun Jegong, Desa Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Diketahui sebelumnya, Marsinah terlibat aktif dalam pemogokan buruh PT
Catur Putra Surya, sebuah perusahaan arloji. Penangkapan terhadap
sejumlah staff perusahaan tersebut yang diduga sebagai pembunuh menjadi
mentah kembali setelah berkembang kesaksian baru, bahwa ada keterlibatan
pihak militer.
Mirip dengan kasus Marsinah, peristiwa pembunuhan terhadap Fuad Muhammad
Syarifudin alias Udin, wartawan Harian Bernas Yogyakarta, pada Agustus
1996 belum juga terungkap. Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
mengingatkan Kepolisian untuk mengungkap pelaku pembunuhan Udin,
mengingat kasus tersebut terancam kadaluarsa pada 16 Agustus 2014,
sehingga tidak bisa diadili.
Munir Said Thalib seorang aktivis HAM Indonesia. Jabatan terakhirnya
adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia
Imparsial. Saat menjabat Dewan Kontras namanya melambung sebagai seorang
pejuang bagi orang-orang hilang yang diculik pada masa itu. Pahlawan hak asasi ini ditemukan tewas karena racun senyawa arsenikum
dalam minumannya ketika menuju Belanda dengan pesawat Garuda GA 974.
Setelah penemuan mengagumkan tahun 1942 ini , danau tengkorak Roopkund telah menghasilkan sensasi fenomenal. Sebuah danau beku yang jauh dan tak dihuni, yang membutuhkan empat hari perjalanan untuk mencapainya dari lokasi desa yang terdekat, telah menjadi hotspot untuk studi dan spekulasi baru.
Sebagian orang menghubungkannya dengan cerita rakyat lokal. Yang Lain memperkirakan bahwa kerangka-kerangka tersebut berasal dari berbagai sebab seperti orang-orang dari Tibet yang mengembara atau pedagang yang telah tersesat, dan orang yang melakukan ritual bunuh diri, serta tentara yang kalah, dll.
Pada tahun 2004, sebuah tim ilmuwan Eropa dan India dikirim oleh National Geographic Channel mengunjungi Roopkund untuk melanjutkan penelitian. Penelitian mereka telah menggali petunjuk menarik dan informasi. Bagian dari temuan mereka termasuk harta antropologis seperti mayat yang terawat baik, perhiasan, tulang dan tengkorak.
Dengan melakukan tes DNA pada kerangka-kerangka ini para ahli telah menemukan bahwa kerangka-kerangka ini milik dua kelompok yang berbeda. Satu kelompok ditandai dengan perawakannya lebih pendek dilihat dari kerangkanya sementara yang lain secara signifikan lebih tinggi.
Penanggalan radiokarbon yang lebih baru yang dilakukan tim NGC, mengungkapkan bahwa telah ada kesalahan data kronologis pada penanggalan yang dilakukan sebelumnya. Kerangk- kerangka ini dianggap berasal dari abad ke-9.
Tidak heran bahwa siapa pun yang terkena Hailstorm di Garhwal Himalaya tanpa ampun akan binasa. Udara beku dan hantaman bola-bola es besar memberikan kontribusi terhadap holocaust mereka.
Jika pun teori penyebab kematian tragis ini benar, ada satu pertanyaan lagi yang menyusul dan membingungkan. Yaitu tentang kemana orang-orang ini pergi. Roopkund bukanlahh sebuah daerah historis signifikan dan tidak ada jejak dari setiap rute perdagangan ke Tibet telah ditemukan disini. Roopkund juga bukan situs untuk ziarah yang menarik sekelompok besar orang.
Namun, film dokumenter 'Danau Tengkorak' yang dibuat oleh National Geographic Channel (NGC) telah mementahkan asumsi ini. Di Film ini NGC mengklaim bahwa Roopkund merupakan lokasi festival agama Garhwali (disebut 'Nanda jaat yatra') yang dilangsungkan tiap 12 tahun.
Kemungkin kerangk- kerangka di danau ini adalah mereka para pemuja yang berpartisipasi dalam prosesi massal beberapa abad yang lalu. Dari cerita rakyat, mengatakan bahwa seorang raja tertentu telah berpartisipasi dalam ritual 'yatra' dengan membawa para penari perempuan. Namun hal ini telah menyinggung Nanda Sang Dewi, sehingga menimpakan hailstorm kepada mereka.
Cerita rakyat tersebut mungkin hanyalah dongeng belaka, tetapi sangat mungkin bahwa setidaknya tubuh yang lebih tinggi adalah tubuh para anggota kerajaan dan tubuh yang lebih pendek, yang terserak di seluruh danau adalah porter lokal yang kemungkinan semuanya tewas terkena hailstorm.